Lompat ke konten utama
Literally Apps — Beranda
en
Apple TV+

Apple TV Naik Harga 2026: Harga Indonesia & Hemat 75%

Apple TV naik harga lagi di 2026 — paket bulanan di AS tembus $14,99. Di Indonesia masih Rp99.000, tapi akun resmi legit bisa mulai Rp25.000/bulan.

Kak Rafa
12 Oktober 2026 · 6 menit baca
Apple TV Naik Harga 2026: Harga Indonesia & Hemat 75%

Apple TV ganti nama. Harga di Amerika naik lagi. Di Indonesia masih Rp99.000 — untuk sekarang.

Tiga kabar itu datang hampir berbarengan, dan bikin satu pertanyaan ramai dicari: Apple TV naik harga 2026, terus berapa harganya di Indonesia dan apakah masih masuk akal dibayar? Jawabannya butuh dua angka yang beda — harga resmi yang terus merangkak naik, dan harga lewat jalur resmi lain yang jauh lebih murah. Artikel ini bedah keduanya, plus apa arti rebrand dan kenaikan harga ini buat dompet kamu.

Jawaban Singkat

Apple TV (dulu Apple TV+) resmi menaikkan harga langganan di Amerika Serikat jadi $14,99/bulan sejak akhir Agustus 2026 — naik dari $12,99 — sementara di Indonesia harganya masih sekitar Rp99.000/bulan. Nama layanannya juga berubah: tanda "+" dihapus pada Oktober 2025, jadi "Apple TV+" sekarang cukup "Apple TV". Isinya sama, cuma brand-nya yang baru.

Buat kamu di Indonesia, kabar baiknya kenaikan ke harga dolar baru itu belum digulirkan. Kabar kurang enaknya: pola Apple selalu naik di AS dulu, lalu menyusul ke pasar lain dalam setahun-dua tahun. Jadi Rp99.000 yang kamu bayar sekarang posisinya "belum kena", bukan "aman selamanya".

Yang jarang dibahas: akun Apple TV resmi dijual legit mulai Rp25.000/bulan lewat reseller — hemat Rp74.000/bulan alias 75% dari harga toko, dengan katalog dan kualitas 4K yang sama persis. Aktif sekitar 5 menit via WhatsApp, bukan aplikasi bajakan. Buat yang pakai rutin, selisih ini tembus Rp888.000 setahun.

Apa yang sebenarnya berubah di 2026

Begini urutannya. Oktober 2025, Apple diam-diam menghapus tanda "+" dari layanan streaming-nya. "Apple TV+ sekarang cukup Apple TV, dengan identitas baru yang lebih hidup," tulis Apple di rilis resminya [iPhone in Canada]. Perubahan nama itu diselipkan dalam pengumuman rilis streaming F1: The Movie, yang tayang global di platform pada 12 Desember 2025.

Kenapa agak membingungkan? Karena "Apple TV" juga nama kotak set-top box dan nama aplikasinya [Tom's Guide]. Satu nama, tiga hal berbeda. Tapi buat kamu sebagai penonton, nggak ada yang berubah soal cara nonton — cuma logo dan labelnya yang baru. Kalau kamu lihat ikon warna-warni menggantikan logo lama di aplikasi, itu bukan akun kamu yang bermasalah, cuma identitas barunya.

Yang lebih kerasa di dompet: harganya.

Apple TV termasuk layanan yang paling rajin naik harga. Lahir 2019 di angka $4,99/bulan, naik ke $9,99, lalu ke $12,99 pada Agustus 2025. Terbaru, sejak akhir Agustus 2026 tarif bulanannya jadi $14,99, dan paket tahunan naik dari $99 jadi $119 [Macworld]. Dalam setahun saja, harga bulanannya naik dua dolar.

Harga Apple TV di Indonesia 2026

Satu hal yang perlu kamu tahu: kenaikan ke $14,99 itu harga Amerika. Di Indonesia, Apple TV sampai Oktober 2026 masih dijual sekitar Rp99.000/bulan — belum ikut dikerek ke angka dolar baru.

Masalahnya? Rp99.000 itu sudah mahal buat katalog seukuran Apple TV, apalagi dibanding layanan lain di harga reseller yang mirip. Ini perbandingan harga resmi vs lewat jalur reseller legit:

Paket Apple TVHarga resmiLewat reseller legit
Bulanan (sharing)Rp99.000Rp25.000
Bulanan (private, akun sendiri)Rp99.000Rp40.000

Skema sharing artinya satu akun resmi dipakai beberapa user dengan profil terpisah — bukan akun bajakan. Varian private kasih kamu akun khusus sendiri kalau pengin history dan profil nggak campur. Dua-duanya akun asli, login dikirim via WhatsApp, lengkap dengan garansi replace kalau akun bermasalah. Hemat sampai Rp74.000 sebulan dari harga toko.

Bandingkan sebentar: Rp99.000 resmi itu lebih mahal dari harga bulanan Netflix Premium versi reseller, padahal katalog Apple TV jauh lebih ramping. Di situlah logikanya nggak ketemu kalau kamu bayar penuh — kamu bayar harga layanan besar untuk katalog butik. Lewat jalur reseller, harga Rp25.000 bikin angkanya kembali masuk akal: kamu bayar sesuai ukuran katalognya.

Satu nilai plus yang sering kelewat: Apple TV nggak mengunci kualitas 4K di tier terpisah. Semua pelanggan dapat 4K HDR, Dolby Vision, dan Dolby Atmos selama judul dan perangkatnya mendukung. Ini beda dari arah yang diambil Prime Video, yang mulai April 2026 justru mengunci 4K di tier Ultra berbayar lebih mahal — detailnya kami bedah di ulasan Prime Video 2026. Jadi di Apple TV, harga Rp25.000 lewat reseller itu sudah termasuk kualitas tertinggi, bukan versi HD yang dipotong.

Kalau kamu masih riset layanan mana yang paling hemat, kami rangkum semua harga bulanan di rekap total langganan premium 2026. Cek dulu, baca lagi.

Naik di AS, kapan giliran Indonesia?

Pertanyaan yang paling masuk akal ditanya sekarang: harga RI kena juga nggak?

Jawaban jujurnya: belum ada pengumuman resmi untuk Indonesia. Tapi lihat rekam jejaknya. Setiap kali Apple naik harga di AS, pasar lain biasanya menyusul — kadang beberapa bulan, kadang lewat penyesuaian kurs diam-diam tanpa pengumuman. Harga Rp99.000 sekarang itu posisi "belum kena", bukan "aman selamanya".

Perlu diingat juga, Apple TV di Indonesia dulu masuk di angka Rp69.000/bulan saat pertama rilis. Sekarang sudah Rp99.000. Arah pergerakannya cuma satu: naik. Nggak pernah ada kasus Apple menurunkan harga langganan di pasar mana pun.

Ini bukan cuma soal Apple TV. Bulan lalu kami juga bahas harga Apple Music yang baru naik — polanya sama. Apple menaikkan harga layanan satu per satu, dan Indonesia hampir selalu kebagian giliran.

Artinya, kalau kamu memang pakai Apple TV rutin, ngunci harga murah selagi bisa itu keputusan yang masuk akal — bukan karena takut ketinggalan, tapi karena selisihnya nyata.

Isinya worth nggak buat katalog sekecil itu?

Apple TV memang main beda. Netflix jualan kuantitas; Apple jualan sedikit judul tapi digarap serius. F1: The Movie memecahkan rekor box office untuk Apple Original Films. Severance, Ted Lasso, Foundation, dan Slow Horses rutin masuk perbincangan award.

Jadi worth atau nggak itu soal pola nonton kamu. Tipe yang mau katalog raksasa buat di-scroll tiap malam? Apple TV bakal terasa sepi. Tipe yang nonton beberapa judul bagus sampai tuntas? Ini salah satu katalog paling rapi.

Kalau Ted Lasso musim baru yang bikin kamu kepikiran langganan, kami sudah bahas di mana dan kapan nonton Ted Lasso Season 4. Dan pertimbangan worth-it-nya lengkap ada di ulasan Apple TV worth it 2026 — biar kamu nggak bayar buat layanan yang jarang kebuka.

Cara nonton Apple TV legit & murah

Singkat saja, tiga langkah:

  1. Pilih variannya — sharing Rp25.000 buat yang mau paling hemat, atau private Rp40.000 kalau mau akun sendiri. Keduanya akun resmi.
  2. Bayar pakai metode lokal — GoPay, DANA, ShopeePay, OVO, QRIS, atau transfer bank. Nggak perlu kartu kredit atau Apple ID luar negeri.
  3. Login via WhatsApp — akun aktif sekitar 5 menit, langsung bisa nonton 4K di HP, TV, atau laptop.

Satu hal yang kami nggak jual: akun "lifetime" murah. Akun lifetime hampir selalu bajakan dan umurnya paling 2-8 minggu sebelum mati — buang-buang uang. Yang kami tawarkan akun resmi bergaransi, titik.

Harga resmi Apple TV terus naik dan hampir pasti nyampe Indonesia cepat atau lambat. Selisih Rp74.000 per bulan itu Rp888.000 setahun — cukup buat satu langganan layanan lain penuh. Cek varian Apple TV di Literally Apps, atau ambil sekalian paket hiburan bundling kalau mau gabung beberapa layanan — semua harga tertulis transparan, tanpa biaya tersembunyi.

FAQ

Pertanyaan umum

Resmi. Yang dijual akun langganan Apple TV asli lewat skema sharing — satu akun dipakai beberapa user dengan profil terpisah, bukan APK mod atau akun curian. Di Literally Apps login dikirim via WhatsApp dengan garansi replace selama masa aktif. Kalau mau akun khusus sendiri, ambil varian Private Rp40.000.

Yang mungkin kamu suka

Yang lain juga seru

Lanjut baca