Selama bertahun-tahun, alasan orang tetap bayar Adobe cuma satu: nggak ada alternatif pro yang beneran gratis. Alasan itu baru saja hilang. Affinity by Canva sekarang 100% gratis — tandingan Photoshop, Illustrator, dan InDesign, digabung jadi satu aplikasi, tanpa biaya langganan sepeser pun.
Yang bikin makin aneh: di saat yang sama, Canva justru menaikkan harga langganan berbayarnya di banyak negara.
Jadi mana yang gratis, mana yang tetap berbayar, dan kapan kamu masih butuh Canva Pro? Ini rinciannya — plus kenapa buat fitur AI-nya kamu nggak perlu bayar harga resmi.
Jawaban Singkat
Affinity by Canva gratis selamanya untuk tool desain intinya. Satu aplikasi berisi tiga workspace: Photo (edit piksel, tandingan Photoshop), Designer (vektor, tandingan Illustrator), dan Publisher (layout cetak, tandingan InDesign). Tidak ada watermark, tidak ada fitur desain inti yang dikunci. Kamu cuma perlu akun Canva — yang juga gratis — buat login.
Yang tetap berbayar adalah lapisan fitur AI Canva: generative fill, background remover, image generation, dan Magic tools. Itu butuh langganan Canva Pro, yang harga resminya sekitar Rp 95.000/bulan di Indonesia.
Artinya jalur paling hemat: pakai Affinity gratis buat semua kerja desain manual, lalu tambah Canva Pro cuma kalau kamu memang butuh AI-nya. Dan Canva Pro itu nggak harus bayar penuh — via reseller resmi harganya mulai Rp 20.000/bulan, akun asli, aktif sekitar 5 menit lewat WhatsApp.
Apa Itu Affinity by Canva (dan Kenapa Gratis)
Affinity itu bukan aplikasi baru. Ini suite desain buatan Serif yang selama satu dekade jadi favorit desainer yang capek bayar langganan Adobe — dulu modelnya bayar putus sekali seumur hidup.
Canva mengakuisisi Serif di 2024. Lalu, Oktober 2025, mereka me-relaunch seluruh suite sebagai "Affinity by Canva" yang gratis permanen dan menggabung tiga aplikasi terpisah jadi satu (CG Channel).
Kenapa digratiskan? Strategi. Adobe menguasai pasar desain profesional lewat Creative Cloud. Dengan menjadikan editor pro-nya gratis, Canva menarik jutaan desainer serius ke ekosistemnya — lalu menjual fitur AI dan kolaborasi di atasnya. TechRadar menyebutnya percobaan jadi "Adobe-killer" yang nyata, bukan gimmick (TechRadar).
Buat kamu, motivasi bisnis Canva sebenarnya nggak penting. Yang penting: tool desain kelas profesional yang tadinya butuh langganan sekarang Rp 0.
Yang Gratis vs Yang Tetap Berbayar
Ini bagian yang paling sering bikin bingung. Batasnya jelas kalau dilihat dari tabel:
| Fitur | Affinity Gratis | Butuh Canva Pro |
|---|---|---|
| Edit foto piksel (retouch, mask, layer) | ✅ | — |
| Desain vektor & ilustrasi | ✅ | — |
| Layout & desain cetak (Publisher) | ✅ | — |
| Buka/simpan file .PSD & .PDF | ✅ | — |
| Export tanpa watermark | ✅ | — |
| Generative fill (isi objek pakai AI) | ❌ | ✅ |
| Background remover 1 klik | ❌ | ✅ |
| Image generation (bikin gambar dari teks) | ❌ | ✅ |
| Magic Write & Magic Edit | ❌ | ✅ |
Intinya begini: semua yang kamu kerjakan pakai tangan dan skill itu gratis. Semua yang dikerjakan oleh AI butuh Canva Pro (Hybrid.co.id).
Buat desainer yang emang jago, versi gratis udah lebih dari cukup. Buat kreator konten, UMKM, atau mahasiswa yang ngandelin AI biar cepat — nah, di situ Canva Pro masuk hitungan.
Canva Malah Naik Harga — Ini yang Terjadi
Sambil menggratiskan Affinity, Canva menaikkan harga langganan berbayarnya. Paket Canva Teams di sejumlah negara naik drastis — beberapa pengguna lama kena lonjakan sampai ratusan persen dengan alasan "nilai tambah fitur AI generatif" (Capture Magazine).
Di Indonesia, harga resmi Canva Pro masih di kisaran Rp 95.000/bulan, tapi tekanan kurs rupiah yang sempat menyentuh Rp 17.000-an per dolar bikin harga layanan berbasis dolar rawan ikut naik (IDN Times).
Jadi arahnya jelas: tool manual makin murah (gratis), tapi fitur AI-nya makin jadi barang premium. Kalau kamu butuh AI Canva, mengunci harga sekarang lebih masuk akal daripada nunggu naik.
Sebelum lanjut — harga aktual Canva Pro di reseller kami kebuka transparan di halaman Canva. Cek dulu angkanya, terus balik ke sini buat mutusin butuh Pro atau enggak.
Kapan Kamu Masih Butuh Canva Pro
Nggak semua orang butuh bayar. Ini panduan cepatnya:
- Cukup Affinity gratis kalau kamu desainer atau ilustrator yang kerja manual — retouch foto, bikin logo vektor, layout majalah atau brosur. Semua ada di versi gratis.
- Butuh Canva Pro kalau alur kerjamu ngandelin kecepatan: hapus background massal, generate gambar dari teks, rombak desain pakai Magic tools, atau kerja tim pakai template + Brand Kit.
- Butuh dua-duanya kalau kamu kreator konten harian: Affinity buat kerja detail, Canva Pro buat produksi cepat konten sosial media.
Buat yang tipe terakhir, kombinasi Affinity gratis + Canva Pro murah itu paket paling masuk akal — dan kami udah bahas Canva AI lengkap di Canva AI 2, worth it nggak?.
Harga Canva Pro Resmi vs Literally Apps 2026
Kalau ternyata kamu butuh Canva Pro buat AI-nya, ini bedanya bayar resmi vs lewat kami:
| Paket | Harga Resmi | Literally Apps | Hemat |
|---|---|---|---|
| 1 Bulan | Rp 20.000 | ~79% | |
| 3 Bulan | Rp 30.000 | Rp 255.000 | |
| 1 Tahun | Rp 47.000 | ~94% (Rp 722.000) |
Akun resmi, bukan mod atau bajakan, rating 4,9 dari 9.830 review di halaman Canva kami. Bayar via GoPay, DANA, ShopeePay, QRIS, atau transfer bank — tanpa kartu kredit. Detail dikirim via WhatsApp, aktif dalam hitungan menit. Kalau kamu juga pegang tool editing lain, ada Paket Kreator yang bundling beberapa app sekaligus.
Kekurangan Affinity yang Perlu Kamu Tahu
Gratis bukan berarti sempurna. Biar kamu nggak kecewa, ini catatan jujurnya sebelum pindah total dari Adobe atau Canva:
- Kurva belajarnya lebih curam dari Canva. Affinity itu editor pro betulan — panel dan tool-nya mirip Photoshop, bukan drag-and-drop template. Buat yang biasa desain cepat di Canva, butuh waktu adaptasi.
- Kolaborasi tim real-time masih kalah. Adobe dan Canva punya alur kerja tim berbasis cloud yang mulus. Affinity lebih ke tool kerja individual.
- Fitur AI terbaik dikunci di balik Canva Pro. Sudah dibahas di atas, tapi ini yang paling sering bikin orang balik lagi ke langganan.
- Bukan buat video. Affinity fokus desain statis — foto, vektor, layout. Buat edit video, kamu tetap butuh tool lain seperti CapCut Pro atau Alight Motion.
Buat kebutuhan desain grafis statis, kekurangan ini kecil dibanding hemat ratusan ribu per bulan. Tapi kalau alur kerjamu berat di AI atau video, Affinity gratis aja nggak akan cukup — dan di situ Canva Pro murah jadi pelengkap yang masuk akal.
Kesimpulan
Peta desain di 2026 berubah: Affinity by Canva gratis bikin Photoshop, Illustrator, dan InDesign versi tandingan bisa dipakai tanpa bayar sepeser pun — cocok buat semua kerja manual. Yang tetap berbayar cuma lapisan AI-nya lewat Canva Pro, dan itu pun nggak harus harga resmi Rp 95.000/bulan.
Kalau kamu butuh AI Canva, jangan buang Rp 900 ribuan setahun buat langganan resmi. Ambil Affinity yang gratis buat kerja berat, lalu kunci Canva Pro mulai Rp 20.000/bulan di Literally Apps — atau paket setahun Rp 47.000 biar hemat Rp 722.000. Buat yang mau garansi lebih tenang, cek juga Canva Pro bergaransi sebelum checkout.
Referensi: TechRadar — Affinity by Canva 2026 review, CG Channel — Canva's perpetually free Affinity software, Capture Magazine — Canva price increases, IDN Times — Update Harga Canva Premium 2026.





